Cara Riset Keyword untuk Blog dengan Mudah (Studi Kasus)

Cara Riset Keyword

Untuk memiliki traffic yang memadai, Anda bisa dapat dari berbagai sumber, seperti media sosial, referal, maupun dari search engine alias mesin pencari. Well, kita akan fokus bagaimana mencari traffic lewat mesin pencari dengan metode riset keyword yang tepat dan mudah.

Keyword atau kata kunci, adalah kata atau kalimat yang digunakan untuk mencari bahasan terkait di search engine. Kata kunci inilah yang menjadi gagasan pokok atau ide dalam pembuatan artikel.

Dengan pemilihan kata kunci yang tepat dalam sebuah artikel, maka target pengunjung akan kita dapatkan.

Namun, seiring berjamurnya blog-blog atau web-web yang menulis tentang kata kunci yang sama, tentu persaingan akan semakin berat dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, diperlukan kecermatan dalam riset keyword untuk mendapat volume pencarian yang banyak, serta persaingan yang sedikit.

Intinya, kegunaan riset keyword adalah untuk mendapat volume pencarian banyak dengan persaingan sedikit. Sehingga, untuk mendapat pejwan (halaman pertama) di mesin pencari lebih mudah. Kalau sudah ada di peringkat teratas, tentu akan banyak yang buka artikel Anda. Dari situlah traffic berasal!

Kalau artikel Anda pejwan tapi tidak ada yang mencari kata kunci tersebut, percuma juga kan? Siapa yang mau baca?

OK, langsung saja, begini step by step cara riset keyword ala Saya yang mungkin bisa Anda coba sendiri.

1. Mendapatkan Volume Pencarian

Untuk mendapatkan volume pencarian yang tepat, Anda membutuhkan tools seperti Ubersuggest yang gratis. Jika Anda punya tools lain yang premium silahkan saja gunakan, setahu Saya volume pencariannya tidak jauh-jauh beda.

Kita ambil contoh keyword "cara membuat bakso" lihatlah volume pencariannya seperti gambar di bawah:

Cara Riset Keyword Volume Pencarian Ubersuggest
Keyword volume Ubersuggest

Pada tools tersebut, volume pencarian untuk keyword yang dimaksud sebanyak 33.100 per bulannya. Ingat 33.100 itu rata-rata pencarian per bulan, bukan per-hari. Dan itu volume pencarian rata-rata, artinya tidak fix, bisa kurang bisa lebih dari itu.

Kalau 33.100/bulannya, berarti hariannya adalah 1.100 kurleb. Untuk volume pencarian yang segitu banyak, sebenarnya keyword ini sangat layak untuk dibuat ide tulisan. Cuma, Anda perlu mempertimbangkan beberapa aspek lain. Kita akan bahas pada poin-poin berikutnya.

2. Dapatkan Penelusuran Terkait di Search Engine

Setelah mendapatkan volume dari tools, cara riset keyword selanjutnya adalah dengan mendapatkan hasil langsung dari search engine. Perhatikan gambar di bawah:

Hasil Penelusuran Google
Hasil Penelusuran Google
Dari hasil penelusuran tersebut, didapat hasil sebanyak 18.800.000 hasil yang terkait. Itu berarti ada sekitar 18 juta-an postingan yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Jumlah yang sangat banyak!

Namun, 18 juta itu biasanya sudah termasuk kategori, tag, video dan lainnya yang berkaitan dengan kata kunci yang dimaksud. 

Postingan yang di dalamnya terdapat keyword "cara membuat bakso" juga akan masuk hasil penelusuran (meski tema bahasan dan judulnya bukan itu).

Selain itu, kata-kata yang relevan dengan keyword tersebut juga akan masuk hasil pencarian, termasuk sinonim.

Berdasarkan pengalaman dan analisa Saya, jumlah penelusuran yang sebanyak itu agak sulit, terlebih buat blog baru.

Cobalah cari keyword yang hasil penelusurannya di bawah 500.000 atau 1 juta. Lebih kecil dari itu lebih baik lagi.

3. Perhatikan Trendnya

Anda harus paham, beberapa kata kunci itu sifatnya temporer atau musiman. Misalnya berita, topik seperti berita biasanya musiman, sehingga ada masanya dia naik (populer), bisa juga menurun drastis saat sudah basi.

Kalau ini sih tergantung Anda sendiri, apakah Anda ingin membuat topik yang sedang trend, atau tulisan yang abadi.

Contoh pada studi kasus "cara membuat bakso", adalah artikel yang sifatnya abadi atau long-lasting. Dari dulu sampai sekarang masih saja ada orang yang tertarik untuk membuat bakso. Bisa dibilang keyword ini cukup stabil.

Trend Keyword
Trend Keyword
Jika dilihat via Google Trends, kata kunci ini lumayan stabil grafiknya. Sehingga sampai saat ini masih berpotensi mendatangkan traffic.

Jangan pilih kata kunci yang trendnya makin lama makin merosot. Kecuali jika Anda memang fokus pada tulisan musiman.

Anda bisa memperkirakan sendiri mana kata kunci yang sifatnya abadi atau musiman.

Yang sifatnya abadi seperti cara menghilangkan jerawat, manfaat semangka dan lainnya. Anda pasti sudah bisa mengira-ngira kata kunci yang demikian.

Sedangkan yang musiman seperti skor bola, topik yang sedang aktual, maupun viral. Anda bisa cari referensi kata kunci ini melalui trending topik Twitter, YouTube, berita-berita Media Sosial dan lainnya.

Melihat trend ini lumayan penting untuk mendatangkan traffic, sekaligus menjadi bagian cara riset keyword yang tidak bisa ditinggal. 

Agak percuma jika Anda menulis kata kunci "review Nokia 3310". Kira-kira zaman sekarang siapa yang mau cari bahasan seperti itu?

4. Lihat Siapa Saja yang Ada di Peringkat Teratas

Tahap selanjutnya dalam cara riset keyword, Anda perlu melihat siapa saja yang berada di peringkat teratas pada kata kunci yang dimaksud.

Pada studi kasus "cara membuat bakso" ini, ada beberapa web besar yang muncul seperti: Kompas, Brilio, Cookpad, Detik dan lainnya (hasil penelusuran Google 22/10/20).

Yang jadi pertanyaan, Apakah Anda mampu bersaing dengan web-web besar tersebut?

Kalau yakin sikat saja, kalau tidak yakin, Anda bisa ganti kata kunci lain, atau yang masih berkaitan dengan itu. Misalnya seperti pada hasil Ubersuggest di atas, ada keyword "cara membuat bakso ayam", "cara membuat bakso ikan" dan lainnya.

Jumlah pencarian untuk kata kunci yang terkait itu juga lumayan banyak, jadi sangat layak untuk dibuat postingannya juga sebagai pengganti.

Atau, Anda bisa buat ide kata kunci lain menggunakan penelusuran yang masih terkait. Anda dapat melihatnya di bagian bawah penelusuran.

Hasil penelusuran terkait cara membuat bakso
Hasil penelusuran terkait "Cara Membuat Bakso"
Sekedar saran, jika Anda sudah melihat web-web besar macam portal berita yang authoritynya sudah sangat kuat, sebaiknya mental saja dari keyword tersebut. 

Sebagai patokan (patokan pribadi), kalau sudah melihat ada 4 sampai 5 portal besar di halaman pertama, Saya tidak akan teruskan riset keyword, ganti ke kata kunci lain. Saya tidak yakin bisa bersaing dengan portal tersebut, apalagi pakai blog baru. Kecuali, dengan blog-blog yang sudah berumur dan punya authority kuat, Saya masih berani pakai KW tersebut.

Jujur saja, konten yang sangat baik sekalipun tidak menjamin akan dapat halaman pertama (berdasarkan analisa pribadi). Banyak faktor lain yang menentukan hasil peringkat.

Saya sendiri sering sekali menemukan artikel-artikel dengan konten super namun ada di halaman antah-berantah.

Tapi bukan berarti Anda harus buat konten asal-asalan juga. Tetap saja konten-konten berkualitas itu punya nilai lebih, namun tetap didorong oleh faktor lainnya juga.

5. Analisa Konten

Tahap selanjutnya, Anda bisa menganalisa konten yang ada di halaman pertama pada KW yang dimaksud.

Misalnya, pada Keyword "cara membuat bakso" ini, yang mejeng di pejwan rata-rata menulis tentang resep, bukan sejarah bakso atau lainnya.

Jadi, kalau Anda punya ide ingin menulis tentang sejarah bakso, sepertinya keyword ini tidak tepat.

Contoh lain, misalnya Anda ingin menggunakan keyword yang lebih minim, let's say "water heater". Coba lihat hasilnya di Google!

Penelusuran Water Heater
Penelusuran Water Heater
Semua yang ada di first page itu adalah buying keyword. Artinya bukan penjelasan mengenai apa itu water heater dan lainnya. 

Nah, kalau Anda menulis tentang kegunaan water heater, sepertinya Anda akan sulit untuk menembus kata kunci water heater ini, karena yang diinginkan search engine adalah jual-beli produk, bukan kegunaan dan lainnya.

Selain itu, Anda juga perlu menganalisa konten yang ada di halaman pertama secara seksama. Lihatlah apa yang mereka bahas dan selengkap apa kontennya.

Kalau Anda punya konten yang lebih lengkap, orisinil dan memberikan nilai lebih, Anda bisa lanjut menulis artikel. Tetapi kalau artikel yang ingin Anda tulis mayoritas serupa dengan yang sudah ada, agak sulit untuk dapat peringkat pertama.

Untuk itu, sebaiknya Anda menulis sesuatu yang belum ada (unik) atau setidaknya lebih lengkap dan lebih berbobot ketimbang postingan yang sudah ada.

6. Pertimbangan CPC

CPC adalah Cost Per Click, digunakan jika Anda sudah punya blog yang dimonetize. Sebenarnya ini opsional, cuma buat pemain AdSense (mendapat income dari AdSense). nilai CPC ini sangat penting untuk dipertimbangkan.

Setiap blogger yang sudah memiliki AdSense, pasti ingin mendapat penghasilan sebanyak-banyaknya dari blog. Oleh karena itu, mereka mencari cara agar mendapat CPC yang tinggi.

Nah, CPC yang tinggi itu bisa didapat dari konten yang membahas kata kunci tertentu, sehingga iklan yang tayang menjadi relevan dengan bahasan. Itu karena terdapat keyword di sepanjang postingan.

Misalnya pada studi kasus "cara membuat bakso" ini, Anda bisa lihat pada tools Ubersuggest di atas. Nilai CPC nya berkisar 1.600 an kurang lebihnya. Lumayan gede buat CPC Indonesia.

Ambillah kata kunci yang sekiranya punya CPC besar. Patokannya bisa Rp.500 ke atas. Atau, Anda bisa memasukkan kata kunci relevan dengan tulisan, yang mempunyai CPC besar. Anda bisa selipkan keyword tersebut pada postingan Anda.

Kalau Anda hanya ingin mencari traffic tanpa pertimbangan CPC, maka poin ini bisa Anda lewatkan.

Kesimpulan

Kesimpulan dari studi kasus pada artikel ini, keyword "cara membuat bakso" mempunyai pencarian yang banyak, tetapi persaingannya ketat. Sehingga, cara terbaik adalah mencari keyword turunannya, atau yang masih relevan.

Namun, esensi dari postingan cara riset keyword ini adalah bagaimana step by step yang Saya terapkan. Anda bisa coba dengan kata kunci lainnya juga.

Metode yang Saya terapkan mungkin tidak mudah dan agak memakan waktu. Tapi percayalah, semakin sering dirpaktekkan akan terasa gampang dan cepat juga kok!

Mungkin itu saja bahasan mengenai bagaimana cara riset keyword. Setelah Anda punya keyword yang Anda bidik, lanjutkanlah pada pembuatan konten. Masukkan keyword pada judul, deskripsi, dan artikel. Lebih lengkap, Anda bisa baca cara menempatkan keyword. Selamat mencoba!
Ivan Runa
Ivan Runa Saya adalah seorang blogger yang ingin berbagi ilmu serta pengalaman mengenai apa saja yang Saya ketahui. Saya juga menjadi penulis di beberapa media lokal dan nasional. Memilih platform Blogger karena Gratis, itung-itung mengabadikan file dan pemikiran Saya.

Dapatkan Update Terbaru